Tumbuhan paku memiliki daun yang khusus untuk asimilasi c disebut daun

Ilustrasi Tumbuhan Paku. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Tumbuhan paku memiliki macam yang perlu Anda ketahui. Tumbuhan paku masuk pada kelompok tumbuhan Trachaeophyta atau tumbuhan berpembuluh. Tumbuhan paku memiliki akar, batang dan daun sebagai sistem pembuluhnya.

Tumbuhan paku kerap diambil untuk dijadikan tanaman hias. Beberapa tumbuhan paku hias yaitu kadaka, tanduk rusa, davallia, paku pohon, drynaria, suplir adiantum, serta paku air untuk penghias akuarium. Selain itu, ada pula tumbuhan paku yang dapat diolah menjadi sayuran untuk makan, seperti paku sayur atau diplazium esculentum, cyathea yang dikonsumsi oleh orang Maori di Selandia Baru, serta kadaka di Taiwan.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang macam tumbuhan paku, Merdeka.com telah merangkum macam tumbuhan paku beserta ciri-cirinya dari Liputan6.com dan berbagai sumber.

Berikut ulasan lengkapnya.

2 dari 5 halaman

Sebelum membahas tentang macam tumbuhan paku, ada baiknya kita mengetahui mengetahui lebih dulu tentang ciri-ciri tumbuhan paku.

a. Memiliki sistem pembuluh angkut, baik pada akar, daun dan batang. Tumbuhan paku sendiri secara anatomi telah memiliki pembuluh angkut, yakni xilem dan floem.

Xilem berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis. Sedangkan floem, berfungsi untuk mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

b. Tumbuhan paku tidak menghasilkan bunga dan buah, tetapi spora untuk berkembangbiak.

c. Umumnya, tumbuhan paku dikenal dengan daunnya tumbuh dari tunas yang menggulung dan memiliki rambut halus.

d. Sebagian besar dari tumbuhan paku hidup di kawasan tropis basah.

e. Tumbuhan paku dapat berproduksi secara vegetatif dengan pembentukan gemmae dan reproduksi generatid dengan peleburan gamet jantan dan betina.

f. Tumbuhan paku dapat berbentuk pohon yang biasanya tidak bercabang, epifit, semak, mengapung di air, tumbuhan merambat, hidrofit, atau berupa terna dengan rimpang yang menjalar di tanah atau humus.

3 dari 5 halaman

Macam tumbuhan paku berdasarkan fungsinya terbagi menjadi dua, yakni sporofil dan tropifil. Sporofil yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan spora untuk berkembang biak. Sedangkan tropofil yaitu tumbuhan paku yang tidak menghasilkan spora. a. Tumbuhan Paku SporofilMacam tumbuhan paku berdasarkan fungsinya yang pertama yaitu sporofil. Tumbuhan paku berdaun sporofil, daunnya berfungsi sebagai penghasil spora yang disimpan di dalam sporangium (kotak spora).Kumpulan sporangium (sorus) ini terdapat pada daun sporofil. Biasanya letaknya ada di bagian bawah daun dan berupa bintik-bintik berwarna kuning, coklat atau coklat kehitaman. Selain itu, terdapat membran tipis yang fungsinya melindungi sorus-sorus yang masih muda (disebut indisium).b. Tumbuhan Paku TropofilMacam tumbuhan paku berdasarkan fungsinya yang kedua yaitu tropofil. Daun tropofil merupakan contoh tumbuhan paku yang fungsinya sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.

Fungsi daun pada tumbuhan paku tropofil yaitu membantu menyerap air yang disalurkan melalui stomata sehingga akan terbentuk sebuah proses fotosintesis yang sempurna.

4 dari 5 halaman

Macam tumbuhan paku berdasarkan ukuran terbagi menjadi dua, yakni mikrofil (berupa daun kecil tanpa tukang dan tangkai), serta makrofil (berupa daun berukuran besar). a. Tumbuhan Paku Mikrofil Macam tumbuhan paku berdasarkan ukuran yang pertama yaitu mikrofil. Ciri-ciri dari tumbuhan paku mikrofil yaitu tidak memiliki tulang pada struktur daunnya, memiliki bentuk daun seperti sisik atau rambut, tumbuhan paku ini biasanya mempunyai diferensiasi sel untuk proses berkembangbiak, serta tidak memiliki tangkai pada struktur daunnya. b. Tumbuhan Paku Makrofil

Macam tumbuhan paku berdasarkan ukuran yang kedua yaitu makrofil. Tumbuhan paku makrofil memiliki ciri-ciri yaitu daunnya bercabang dan terdapat tulang daun, terdapat tangkai pada daunnya, memiliki bentuk daun yang ukurannya besar-besar, serta tumbuhan paku ini sudah memiliki diferensiasi sel untuk perkembangbiakannya.

5 dari 5 halaman

a. Tumbuhan Paku HomosporaTumbuhan paku homospora menghasilkan satu macam spora dengan bentuk dan ukuran yang sama. Tumbuhan paku homospora juga disebut berumah satu. Hal ini karena spora akan tumbuh menjadi protalium pembentuk anteridium maupun arkegonium. b. Tumbuhan Paku Heterospora Tumbuhan paku heterospora menghasilkan dua macam spora dengan ukuran yang berbeda. Tumbuhan paku heterospora juga disebut berumah dua. Spora yang berukuran besar atau makrospora berkelamin betina nantinya akan tumbuh menjadi makroprotalium pembentuk arkegonium. Spora yang berukuran kecil atau mikrospora berkelamin jantan nantinya akan tumbuh menjadi mikroprotalium pembentuk anteridium. c. Tumbuhan Paku Peralihan

Tumbuhan paku peralihan termasuk berumah dua. Tumbuhan paku peralihan menghasilkan spora yang berukuran sama, tetapi dengan macam berbeda, seperti berkelamin betina atau jantan. Spora dapat tumbuh menjadi protalium yang akan membentuk salah satu alat kelamin.

[add]

Daun tumbuhan paku yang digunakan untuk melakukan fotosintesis disebut tropofil. Daun paku yang menghasilkan spora disebut sporofil. Daun paku yang menghasilkan spora dan dapat berfotosintesis adalah troposporofil. Makrofil adalah daun paku yang berukuran besar. Mikrofil adalah daun paku yang berukuran kecil.

Pembahasan

Tumbuhan paku (Pteridophyta) adalah tumbuhan Sporophyta yaitu tumbuhan yang berkembangbiak dengan spora (aseksual).

Tumbuhan paku memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Selnya bersifat eukariotik yaitu terdapat membran inti.

2. Pada dinding selnya mengandung selulosa.

3. Merupakan tumbuhan kormophyta (kormus) karena dapat dibedakan akar, batang dan daun sejati.

4. Memiliki pembuluh angkut xilem dan floem (tracheophyta).

5. Berkembangbiak dengan spora.

6. Mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) dari fase gametofit ke fase sporofit.

7. Daun muda menggulung.

Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan dari fase seksual dan fase aseksual yang disebut dengan metagenesis. Pada metagenesis terdiri dari fase gametofit dan fase sporofit.

Berikut ini penjelasan mengenai masing-masing fase:

A. Fase gametofit

Spora yang jatuh ditempat yang lembab akan berkembang menjadi protalium. Protalium memiliki masa hidup yang sangat singkat dan memiliki ukuran kecil.  

Fase gametofit pada tumbuhan paku adalah protalium. Fase gametofit adalah fase seksual pada tumbuhan paku dan berlangsung sangat singkat. Protalium bersifat haploid terbentuk melalui pembelahan mitosis dari spora. Protalium menghasilkan sel gamet jantan dan betina. Pada tumbuhan paku heterospora, akan menghasilkan mikrospora yaitu spora yang berukuran kecil dan akan terbentuk protalium jantan yang menghasilkan sel sperma melalui  anteridium. Adapun makrospora merupakan spora yang berukuran besar dan akan berkembang menjadi protalium betina yang akan membentuk sel ovum melalui arkegonium. Sementara pada tumbuhan paku homospora, protalium akan menghasilkan sel sperma melalui anteridium dan sel ovum melalui arkegonium.

Hasil  pembuahan sel gamet jantan dan betina akan menghasilkan zigot diploid (2n) yang akan berkembang menjadi tumbuhan paku (2n). Selanjutnya tumbuhan paku akan berkembang menjadi tumbuhan sporofit.

B. Fase sporofit

Fase sporofit tumbuhan paku adalah pada tumbuhan paku dewasa. Tumbuhan paku berkembang dari embrio hasil pembuahan gamet jantan dan betina. Pada tumbuhan paku bersifat diploid (2n). Pada tumbuhan paku terbentuk sporofil yaitu daun berspora. Spora-spora tersebut terbentuk melalui pembelahan meisois sehingga spora yang dihasilkan bersifat haploid (n). Spora tumbuhan paku dilindungi oleh kotak spora yaitu sporangium, sementara indusium merupakan pelindung sporangium. Spora-spora ini terletak di permukaan bawah daun yang berkelompok disebut sorus. Tidak semua daun tumbuhan paku memiliki spora. Selain sporofil sebagai daun tumbuhan paku yang menghasilkan  spora di bawah permukaan daunnya, adapula tropofil merupakan daun yang berfungsi untuk fotosintesis. Troposporofil merupakan daun yang berfungsi untuk fotosintesis dan mengandung spora di bawah permukaan daunnya.

Tumbuhan paku merupakan tu buhan kormus karena memiliki akar, batang, dan daun sejati. Pada umumnya daun tumbuhan paku merupakan daun majemuk, dan ciri khas yang paling mencolok pada daun tumbuhan paku adalah daun mudanya yang menggulung.

Fase sporofit pada tumbuhan paku merupakan fase yang dominan. Spora yang dihasilkan oleh tumbuhan paku sangat beragam, hal ini berdasarkan pada jenis tumbuhan paku. Tumbuhan paku homospora (contoh paku kawat) merupakan tumbuhan paku yang menghasilkan ukuran dan jenis spora yang sama. Adapun tumbuhan paku heterospora (contoh paku rene) menghasilkan ukuran dan jenis spora yang berbeda.

Berikut ini bagan metagenesis pada tumbuhan paku:

Spora ---> protalium ---> anteridium (alat kelamin jantan) dan arkegonium (alat kelamin betina) ---> sperma (gamet jantan) dan ovum (gamet betina) ---> zigot ---> tumbuhan paku ---> sporofil (daun berspora) ---> sporogonium ---> sporangium ---> spora.

Pelajari lebih lanjut

1. peranan sporofit dan gametofit: brainly.co.id/tugas/14401296

2. perbedaan tumbuhan paku dan lumut: brainly.co.id/tugas/2244892

3. pembagian spermatophyta berdasar tempat: brainly.co.id/tugas/14392588

Detil jawaban

Kelas: 10

Mapel: Biologi

Bab: Plantae

Kode: 10.4.8

Kata kunci: tumbuhan paku, pteridophyta, fase sporofit, fase gametofit