Tokoh-tokoh dalam organisasi putera yang disebut dengan empat serangkai, yaitu

Latihan Soal - SD/MI - SMP/MTs - SMA | Kategori : Sejarah

★ Ujian Semester 1 Sejarah SMA Kelas 11

Putera dipimpin oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional, di kalangan rakyat terkenal dengan nama “Empat Serangkai”. Tokoh Empat Serangkai yang dimaksud adalah…. a. Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mansur b. Datuk Pamuncak, Gatot Mangunkusumo, Suprio Dinoto, dan Wahid Hasyim c. Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mansur d. Drs. Moh. Hatta, Noto Soeroto, Ir. Soekarno, dan Ki Hajar Dewantara

e. Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Wahid Hasyim

Halaman ini berisi artikel tentang organisasi zaman Jepang. Untuk anak laki-laki, lihat Putra. Untuk anak raja yang laki-laki, lihat Putra mahkota.

Pusat Tenaga Rakyat [disingkat Putera] adalah organisasi yang dibentuk pemerintah Jepang di Indonesia pada 16 April 1943 dan dipimpin oleh Empat Serangkai, yaitu Ir. Soekarno, M. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan K.H. Mas Mansyur.[1]

Strukturnya organisasi Putera dimulai dari pimpinan pusat sampai pimpinan daerah yang dibagi sesuai dengan tingkatnya, yaitu syu, ken, dan gun. Putera juga mempunyai beberapa orang penasihat yang berasal dari orang-orang Jepang. Mereka adalah S. Miyoshi, G Taniguci, Iciro Yamasaki, dan Akiyama. Gerakan ini tidak dibiayai pemerintah Jepang. Walaupun demikian, para pemimpin bangsa diperbolehkan untuk menggunakan fasilitas Jepang seperti koran dan radio. [2]

Tujuan Putera adalah untuk membujuk kaum Nasionalis dan kaum Intelektual untuk mengabdikan pikiran dan tenaganya untuk kepentingan perang melawan sekutu, dan diharapkan dengan adanya pemimpin orang Indonesia, maka rakyat akan mendukung penuh kegiatan ini.

Dalam tempo singkat Putera dapat berkembang sampai ke daerah dengan anggotanya merupakan kumpulan organisasi profesi seperti Persatuan Guru Indonesia, Perkumpulan Pegawai Pos, Radio,Telegraf, Perkumpulan Istri Indonesia, Barisan Banteng, Badan Perantara Pelajar Indonesia, dan Ikatan Sport Indonesia.[1]

Selain itu, Putera bertugas untuk memusatkan segala potensi rakyat guna membantu Jepang dalam perang. Selain tugas propaganda, Putera juga bertugas memperbaiki bidang sosial ekonomi. Dengan cara ini, para pemimpin dapat berkomunikasi secara leluasa kepada rakyat. Pada akhirnya, gerakan ini ternyata berhasil mempersiapkan mental masyarakat untuk menyambut kemerdekaan dua tahun kemudian. Banyak unsur masyarakat yang mendukung bergabung. Di antaranya Persatuan Guru Indonesia, Perkumpulan Pegawai Pos Menengah, Pegawai Pos Telegraf Telepon dan Radio, serta Pengurus Besar Istri Indonesia di bawah pimpinan Maria Ulfah Santoso.[3]

  1. ^ a b "Pusat Tenaga Rakyat | Portal Resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta". jakarta.go.id. Diakses tanggal 2020-08-14. [pranala nonaktif permanen]
  2. ^ Media, Kompas Cyber. "Putera, Organisasi Propaganda Jepang Pimpinan Empat Serangkai Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-08-15. 
  3. ^ Mulyatari, Dwi [2015-02-25]. ""Buku Putih" Masa Pendudukan Jepang". Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia. 2: 139. doi:10.17510/wjhi.v2i1.277. 

 

Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Diperoleh dari "//id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pusat_Tenaga_Rakyat&oldid=20492136"

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Empat serangkai merupakan sebutan bagi para tokoh pendiri organisasi Putera atau Pusat Tenaga Rakyat yang terdiri dari Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan KH Mas Mansyur.

Putera merupakan sebuah organisasi yang dibentuk oleh Jepang saat berkuasa di Indonesia, pada tanggal 16 April 1943.

Didirikannya Putera bertujuan untuk membangun kembali apa yang telah dihancurkan oleh Belanda dan melakukan propaganda untuk membantu Jepang dalam peperangan.

Selain itu, Putera juga dibentuk untuk memperbaiki keadaan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia.

Seiring perkembangannya, Putera justru lebih banyak menguntungkan pergerakan nasionalisme ketimbang memenuhi kepentingan Jepang.

Maka dari itu, pada bulan Maret 1944, Putera resmi dibubarkan lalu digantikan dengan Jawa Hokokai atau Himpunan Kebaktian Jawa. [1]

Tokoh Empat Serangkai pendiri Pusat Tenaga Rakyat [Putera], [searah jarum jam], Soekarno, Ki Hajar Dewantara, KH Mas Mansyur, dan Moh Hatta. [Album Pahlawan Bangsa [2004] via Kompas.com]

Baca: Pusat Tenaga Rakyat [Putera]

Baca: Tiga Serangkai

Kala itu, Jepang tengah menghadapi Perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik untuk melawan negara-negara Barat.

Agar dapat memenangkan pertempuran itu, Jepang merebut sejumlah negara Asia Tenggara yang sebelumnya dikuasai Jepang.

Indonesia yang sebelumnya dijajah Belanda, kemudian direbut oleh Jepang pada 1942.

Alasannya, Jepang ingin memanfaatkan Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan manusianya agar membantu Jepang meghadapi perang.

Supaya rakyat mau membantu, Jepang kemudian mendekati golongan nasionalis yang saat itu sedang memperjuangkan kemerdekaan.

Pada tahun 1943, Hatta dan Soekarno diundang Jepang yang dinilai sebagai pemimpin politik yang bisa memberi masukan bagi Jepang.

Selain itu, Ki Hajar Dewantara dan KH Mas Mansyur juga turut dipanggil.

"Kami berempat itu diberi nama julukan oleh Soekardjo Wirjopranto 'Empat Serangkai'. Supaya kami berempat jangan diadudombakan, kami berempat selalu mengadakan hubungan dan pergaulan yang erat," tulis Hatta. [2]

Baca: Perang Asia Pasifik

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Ki Hadjar Dewantara

Setelah dilakukan perundingan antara Jepang dengan para tokoh pergerakan, terciptalah ide untuk membentuk organisasi sosial.

Jepang memperhatikan bahwa agar dapat merebut hati rakyat, diperlukan tokoh nasional yang kala itu telah mendapat kepercayaan dari rakyat.

Jepang pun akhirnya membentuk Pusat Tenaga Rakyat atau Putera pada 16 April 1943, dengan Empat Serangkai menjadi pemimpinnya.

Meskipun gerakan ini tidak dibiayai pemerintah Jepang, para pemimpin bangsa diperbolehkan untuk menggunakan fasilitas Jepang seperti koran dan radio.

Tujuan pembentukan Putera ialah untuk menciptakan kembali hal-hal yang telah dihancurkan Belanda.

Menurut Jepang, Putera bertugas untuk memusatkan segala potensi rakyat untuk membantu Jepang dalam perang serta bertugas memperbaiki bidang sosial ekonomi.

Pada perkembangannya, gerakan ini rupanya berhasil membentuk mental masyarakat untuk menyambut kemerdekaan dua tahun kemudian.

Seiring waktu, Jepang sadar bahwa Putera lebih banyak menguntungkan pegerakan nasional daripada kepentingan Jepang sendiri.

Maka pada Maret 1944, Jepang membubarkan Putera, yang kemudian digantikan dengan Himpunan Kebaktian Jawa [Jawa Hokokai]. [2]

Baca: Suishintai [Barisan Pelopor]

Baca: Keibodan

Ir. Soekarno

Ir. Soekarno dilahirkan di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama Koesno Sosrodiharjo.

Perjuangannya untuk meraih kemerdekaan Indonesia lebih banyak ditempuh dengan jalur diplomasi melalui organisasi-organisasi politik yang berkembang pada era pergerakan nasional.

Beberapa organisasi yang pernah diikuti oleh Ir. Soekarno, diantaranya:

• Partai Nasional Indonesia [PNI]

• Partai Indonesia [PARTINDO]

• Pusat Tenaga Rakyat [PUTERA]

Dikenal sebagai tokoh yang tegas dalam menyuarakan semangat kebangsaannya, membuat pihak penjajah merasa khawatir hingga harus menahan Ir. Soekarno.

Bahkan, Soekarno juga pernah diasingkan ke Ende, Flores pada 14 Januari 1934 selama 4 tahun, kemudian diasingkan ke Bengkulu.

Dhafi Quiz

Find Answers To Your Multiple Choice Questions [MCQ] Easily at cp.dhafi.link. with Accurate Answer. >>

Ini adalah Daftar Pilihan Jawaban yang Tersedia :

  1. Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mansur
  2. Datuk Pamuncak, Gatot Mangunkusumo, Suprio Dinoto, dan Wahid Hasyim
  3. Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mansur
  4. Drs. Moh. Hatta, Noto Soeroto, Ir. Soekarno, dan Ki Hajar Dewantara
  5. Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Wahid Hasyim
Klik Untuk Melihat Jawaban

Kuis Dhafi Merupakan situs pendidikan pembelajaran online untuk memberikan bantuan dan wawasan kepada siswa yang sedang dalam tahap pembelajaran. mereka akan dapat dengan mudah menemukan jawaban atas pertanyaan di sekolah. Kami berusaha untuk menerbitkan kuis Ensiklopedia yang bermanfaat bagi siswa. Semua fasilitas di sini 100% Gratis untuk kamu. Semoga Situs Kami Bisa Bermanfaat Bagi kamu. Terima kasih telah berkunjung.

Video liên quan

Setelah tulisan contoh soal UTS Sejarah kelas 11 IPA Semester 1 dan kunci jawabannya, artikel selanjutnya yang sedang Anda baca ini, merupakan lanjutan dari Contoh Soal Sejarah Kelas XI IPA Semester 1 Beserta Jawabannya Pilihan Ganda bagian ke-5 (41-50). Pilihan ganda bagian ke-6, berisikan soal sejarah tentang Pemerintahan Pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945). Berikut, contoh soal PG Sejarah kelas 11 IPA Semester satu dengan jawabannya, dimulai dari soal nomor 51 sampai dengan 60. 51. Pembentukan BPUPKI akan menjadi wahana lahir dan terbentuknya Indonesia merdeka di bawah pimpinan.... a. Radjiman Wedyodiningrat b. Ir. Soekarno c. R. Panji Suroso d. P.M. Koiso e. Moh. Yamin Jawaban: a 52. “Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia” adalah semboyan.... a. Putera b. Keibodan c. Heiho d. Empat Serangkai e. Gerakan Tiga A Jawaban: e 53. Terjadinya Perang Pasifik diawali dengan adanya serangan.... a. Jepang ke Semenanjung Malaya b. Jepang ke Peral Harbour c. Jepang ke Indonesia d. Jepang ke Filipina e. Jepang ke Indo-Cina Jawaban: b 54. Ajaran Jepang yang menjunjung tinggi kehormatan negara dan bangsa, taat dan patuh pada pimpinan, rela berkorban, berani, serta jujur disebut.... a. shintoisme b. jibakutai c. bushido d. hinomaru e. hara kiri Jawaban: c 55. Putera dipimpin oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional, di kalangan rakyat terkenal dengan nama “Empat Serangkai”. Tokoh Empat Serangkai yang dimaksud adalah.... a. Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mansur b. Datuk Pamuncak, Gatot Mangunkusumo, Suprio Dinoto, dan Wahid Hasyim c. Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mansur d. Drs. Moh. Hatta, Noto Soeroto, Ir. Soekarno, dan Ki Hajar Dewantara e. Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Wahid Hasyim Jawaban: c 56. Langkah awal yang dilakukan oleh Jepang untuk menguasai Asia adalah.... a. menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour b. merebut kekuasaan di Indonesia dari tangan Belanda c. menyerang pusat militer di Amerika Serikat d. merebut Cina dari tangan Inggris e. menguasai wilayah Hong Kong Jawaban: a 57. Taktik perjuangan yang dilaksanakan oleh para tokoh pergerakan nasional selama masa pendudukan Jepang adalah.... a. kooperatif b. nonkooperatif c. moderat d. radikal e. sangat radikal Jawaban: a 58. Langkah Sekutu untuk menghadapi ekspansi Jepang ke Asia Tenggara adalah.... a. melakukan pengeboman terhadap Hiroshima dan Nagasaki b. membentuk pasukan ABDACOM c. mengadakan perundingan dengan Jepang d. memberikan kemerdekaan kepada negara jajahannya e. membangun pangkalan militer baru di kawasan Filipina Jawaban: b 59. Para pemuda pada masa pendudukan Jepang didik dalam bermacam-macam organisasi di bidang militer, salah satunya Fujinkai, yaitu.... a. barisan pembantu polisi b. barisan pemuda yang mempertahankan tanah air c. barisan wanita d. barisan pelopor e. barisan cadangan yang mengamankan garis belakang Jawaban: c 60. Dengan menyerahnya Belanda kepada Jepang di Kalijati pada tahun 1942 maka.... a. Indonesia memasuki masa liberalisme b. janji kemerdekaan dari Jepang mulai dikumandangkan c . Indonesia memasuki masa transisi d. berakhirlah kekuasaan Hindia Belnada di Indonesia e. Jepang mulai melaksanakan pembangunan angkatan perang Jawaban: d

Lanjut ke soal nomor 61-70 => Contoh Soal Sejarah Kelas XI IPA Semester 1 Beserta Jawabannya Pilihan Ganda (Part-7)