Nama lain minyak babi dalam makanan

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allâh apa yang tidak kamu ketahui. (Al-Baqarah:168-169)

Syariat Islam mengharamkan beberapa jenis makanan seperti bangkai, babi, darah yang mengalir, dan lainnya. Sayangnya, terkadang kita sulit mengenali jenis makanan tersebut ketika sudah diolah lebih jauh. Misalnya saja lemak babi yang banyak digunakan dalam pembuatan pasta gigi, permen karet, cokelat, gula-gula, biskuit, makanan kaleng, dan bahkan beberapa multi vitamin.

Tak semudah di Indonesia yang tinggal mencari logo halal dari MUI, mendeteksi haram tidaknya suatu makanan ketika kita tinggal di luar negeri terasa semakin sulit, khususnya negara dengan mayoritas penduduk non Muslim. Salah satu caranya tentu dengan memahami istilah-istilah asing dari bahan makanan haram yang biasanya digunakan dalam "bahasa kimiawi" dan Bahasa Inggris. Kali ini Taiwan Halal akan membahas istilah-istilah tersebut khusus untuk bahan makanan yang berasal dari babi.

Istilah asing untuk aneka makanan dari babi

Berikut ini adalah istilah untuk aneka makanan dari daging babi seperti dilansir Republika.

Pig: Babi muda dengan berat kurang dari 50 kg.Pork: Daging babi.Swine: Daging babi untuk seluruh spesies babi.

Hog: Babi dewasa dengan berat melebihi 50 kg.

Boar: Babi liar, babi hutan, atau celeng.Lard: Lemak babi, biasa digunakan sebagai minyak untuk masakan, kue, atau bahan sabun. Bacon: Daging hewan yang diasapi, terutama babi.

Ham: Daging babi bagian paha.

Sow: Babi betina dewasa (namun istilah ini jarang digunakan).Sow milk: Susu yang dihasilkan dari babi.Bak: Daging babi dalam bahasa Tiongkok. Misal: Bak Kut Teh, bakkwa.

Char siu, cha siu, char siew: Mengacu hidangan kanton berupa daging barbeque.

Cu Nyuk: Daging babi dalam bahasa Khek/Hakka. Istilah ini digunakan dalam makanan siomay dan bubur.Rou: Babi dalam bahasa Mandarin, misalnya, hingshao rou, rou jia mo, tuotuorou, yuxiangrousi.Dwaeji: Daging babi dalam bahasa Korea, biasanya digunakan sebagai varian dalam bulgogi dan galb.

Tonkatsu: Hidangan Jepang berupa irisan daging babi yang digoreng dengan tepung panir.

Tonkotsu: Hidangan Jepang berupa ramen berkuah putih keruh, terbuat dari tulang, lemak, dan kolagen babi. Butaniku: Sebutan daging babi dalam bahasa Jepang.Yakibuta: Hidangan Jepang mirip char siu, biasanya digunakan untuk toping ramen.

Nibuta: Hidangan Jepang berupa pundak babi yang dimasak dengan sedikit kuah.

B2: Sebutan untuk makanan yang berbahan daging babi di daerah Batak dan Yogyakarta.Khinzir: Nama untuk babi dalam bahasa Arab dan MelayuSaksang: olahan daging babi khas daerah TapanuliBak kut teh: makanan Tionghoa paduan dari sayur asin dengan kaldu iga babi khas Kepulauan Riau

Tinorangsak: gulai babi khas Manado.

Istilah kimia untuk aneka makanan dari babi

Makanan tertentu biasanya mengandung emulsifier yaitu zat untuk membantu menjaga kestabilan emulsi minyak dan air dalam makanan. Secara umum bahan pengemulsi terdiri dari emulsifier alami dan emulsifier buatan (sintetis). Beberapa di antaranya ada yang terbuat dari lemak babi. Cukup sulit untuk mendeteksinya karena kamu perlu paham istilah-istilah kimia berikut ini:

E 120 Karmin, Cochenille; E 140 Chlorophyll; E 141 Chlorophyll -ikatan Cu; E 153 Carbo medicinalis; E 160 a Alpha/Beta/Gamma -Carotin; E 161 a Flavoxanthin; E 161 b Lutein; E 161 g Cantaxanthin; E 252 Kaliumnitrat, Salpeter; E 422 Glycerin; E 430 Polyoxiethylen (8) Stearat; E 431 Polyoxiethylen Stearat; E 432 s/d E 436 Polysorbate; E 470 s/d E 478 Salze, Mono- dan Diglyceride, Ester; E 491 Sorbitanmonostearat; E 492 Sorbitantristearat; E 494 Sorbitanmono -Oleat; E 542 Knochonphosphate; E 570 Stearin Acid; E 572 Magnesiumstearat; E 631 Natriuminosinat; E 632 Kaliuminosinat; E 635 Natrium -5′-ribonucleotid; E 913 Wollfett, Lanolin; E 920 L -Cystein, L -Hydrochlorid; E 921 L -Cystin

Bahan Pewarna:

E 120 Karmin pure, Cochenille, Karmin Acid; E 430 Polyoxiethylen (8) Stearat; E 431 Polyoxiethylen Stearat; E 470 Natrium-, Kalium-, dan Calcium Acid; E 471 Mono- dan Diglyceride; E 472 a s/d f, E 473 Sucroester; E 474 Sucroglyceride; E 475 Polyglycerinester; E 476 Polyglycerolester; E 477 Propylenglycolester; E 478 Asam Susu

Bahan Penyedap:

E 631 Natriumosinat; E 635 Natrium-5′-ribonucleotid

Lainnya:

E 153 Carbo medicinalis; E 160 a : Alpha/Beta/Gamma-Carotin; E 161 a : Flavoxanthin; E 432 s/d E 436 Polysorbate; E 491 Sorbitanmonostearat; E 492 Sorbitantristearat; E 494 Sorbitanmono-Oleat sintetis; E 570 Stearin Acid; E 572 Magnesiumstearat; E 632 Kaliuminosinat; E 921 L-Cystin.


Walaupun nggak semuanya bisa kita hafal di luar kepala, paling tidak kita harus waspada dengan selalu mengecek kandungan bahan makanan pada makanan yang tidak mengandung label halal. Semoga kita terhindar dari makanan-makanan haram agar amalan kita bisa diterima Allah SWT.

Sama seperti daging-daging lainnya, ternyata ada banyak nama lain babi dalam komposisi makanan yang harus kamu tahu. Nggak hanya dagingnya, bagian tubuh babi lainnya memang cukup sering dijadiin sebagai bahan utama masakan dari berbagai negara. 

Jadi, wajar saja kalau ada banyak istilah makanan yang merujuk pada penggunaan daging babi di dalamnya. Berikut beberapa istilah yang sering digunain untuk menyebut babi dalam dunia kuliner: 

1. Pork

Source: Freepik

Meskipun kamu nggak pernah makan daging babi, kamu pasti sudah paham kalau pork merupakan salah satu istilah yang mempunyai arti daging babi. Istilah yang sering banget digunain dalam dunia kuliner ini merujuk pada penggunaan daging babi dalam suatu masakan.

Nggak heran kalau sedang makan di restoran-restoran yang menyediakan daging babi, kamu pasti sering nemuin menu dengan embel-embel pork pada namanya. Beberapa penggunaan istilah pork dalam nama menu misalnya saja special pot clay pork stew, pork burger, pork ribs, dan pork chop sambal matah.

2. Pig

Source: Pixabay

Kamu tentunya sudah tahu dong kalau pig merupakan nama lain babi dalam Bahasa Inggris. Alih-alih digunakan dalam komposisi makanan, pig ini biasanya merujuk pada babi yang masih hidup dan belum disembelih.

Meskipun begitu, nggak semua babi ternyata bisa disebut pig. Istilah ini biasanya merujuk pada seekor babi yang tergolong masih muda. Babi yang masih muda ini bisa dibedain dari berat badannya yang biasanya kurang dari 50 kilogram.

3. Hog

Source: Pixabay

Di dalam dunia kuliner, nggak hanya babi yang masih berusia muda saja yang bisa diolah jadi masakan. Beberapa jenis masakan tertentu justru dibuat dengan babi yang sudah tua sebagai bahan utamanya.

Nah, babi yang sudah tua dengan berat di atas 50 kilogram ini biasanya disebut sebagai hog. Saat berkunjung ke restoran yang menyediakan menu babi, kamu pasti juga sering nemuin menu hog ini, seperti hog roast.

4. Bacon

Source: Freepik

Bacon ini merupakan salah satu istilah babi yang cukup sering digunakan dalam dunia kuliner. Kamu juga sering mendengarnya, bukan?

Bacon ini sebenarnya merupakan istilah untuk semua daging yang diasapkan, dan lebih seringnya adalah daging sapi. Meskipun begitu, belakangan ini bacon justru lebih sering digunakan untuk menuebut olahan daging babi asap dengan ukuran yang tipis dan panjang.

5. Ham

Source: Freepik

Ham juga sering sekali digunakan untuk istilah bahan makanan yang biasa digunakan untuk masakan di negra-negara Barat. Salah satu menu yang menggunakan ham ini adalah honey-baked ham.

Istilah ham ini sendiri sebenarnya merujuk pada bagian paha hewan secara umum, baik itu sapi maupun babi. meskipun begitu, penggunaan istilah ham ini semakin lama semakin spesifik. Bahkan, belakangan ini ham lebih sering digunain untuk menyebut olahan bagian paha babi yang mirip dibikin mirip seperti bacon. 

6. Lard

Source: Freepik

Hampir semua bagian tubuh babi bisa dimanfaatkan dalam kuliner. Nggak hanya dagingnya, lemak yang ada pada babi, khususnya yang berad pada bagian sekitar ginjal, juga sering diolah menjadi minyak babi atau yang disebut dengan lard.

Lard atau minyak babi yang titik didihnya lebih tinggi dari mentega ini sering digunakan untuk menumis masakan. Apalagi, lard ini ternyata bisa membuat masakan terasa lebih gurih dan renyah. nggak hanya untuk memasak, lard juga sering digunain untuk memuat kue dan cokelat.

7. Char Siu

Source: Freepik

Nggak hanya dalam Bahasa Inggris, di negara-negara Asia lainnya juga banyak nama lain babi yang bisa kamu temuin. salah satunya adalah char siu, olahan daging babi yang biasanya ada pada masakan-masakan Chinese.

Char siu yang berasal dari daerah Kanton ini juga bisa disebut sebagai babi panggang merah karena warna merah mudanya yang cukup mencolok. Daging barbekyu ini cukup populer dan sering ditambahkan pada masakan-masakan Chinese seperti lapo untuk menambah rasa.

8. Cu Nyuk

Source: Freepik

Cu Nyuk juga merupakan salah satu istilah yang digunakan untuk menyebut daging babi pada masakan Chinese. Cu sendiri berarti babi dan nyuk berarti daging dalam Bahasa Hakka atau Khek, salah satu kelompok Masyarakat Tionghoa. Namun, istilah cu nyuk ini nggak digunain untuk menyebut daging babi secara keseluruhan. 

Biasanya, cu nyuk ini hanya merujuk pada olahan daging babi yang digunakan dalam siomay atau bubur khas Tiongkok. Oleh karena itu, kamu yang nggak boleh mengonsumsi babi harus lebih hati-hati saat nemuin nama cu nyuk ini dalam menu siomay yang akan kamu pesan.

9. Dwaeji

Source: Freepik

Sebagai penggemar masakan Korea, kamu juga harus istilah babi dalam bahasa tersebut. Di negeri gingseng tersebut, daging babi biasa disebut dengan nama dwaeji yang mana cukup mudah kamu temukan dalam berbagai masakan Korea.

Biasanya, dwaeji ini bisa kamu temukan dalam menu-menu makananan Korea seperti bulgogi dan galbi. Ada juga menu dwaeji gukbap yang merupakan sup daging babi khas Busan yang enak dinikmatin dengan nasi putih.

10. Tonkotsu

Source: Live Japan

Dalam masakan Jepang juga ada istilah khusus untuk menyebut daging babi atau olahan masakan yang menggunakan babi, seperti tonkotsu. Istilah tonkotsu ini sendiri digunakan untuk menyebut kuah kaldu yang dibuat dari campuran lemak dan tulang babi.

Kamu bisa nemuin tonkotsu ini pada ramen tonkotsu khas Fukuoka, Jepang. Tonkotsu ini punya ciri khas warnanya yang keruh seperti susu karena dibuat dengan merebus tulang babi selama berjam-jam. Kuah kaldu satu ini sangat disukai oleh banyak orang karena cita rasanya yang gurih, berlemak, creamy, dan bikin nagih.

Itu dia beberapa nama lain babi yang biasa digunakan dalam dunia kuliner. Selain kesepuluh nama di atas, masih banyak lagi istilah yang digunakan untuk menyebut bahan makanan atau masakan dengan kandungan babi di dalamnya.