Makalah peran agama dalam perkembangan teknologi saat ini

Andriyani, Isnanita Noviya. “Menjaga Kesucian Fitrah Manusia.” Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam 4 (2015): 55–66.

Darmalaksana, Wahyudin. “Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan.” Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung (2020), 1–6. Pre-print.

Ernita, Dewi. “Transformasi Sosial dan Nilai Agama.” Jurnal Ilmu-Ilmu Usuluddin dan Filsafat, no. 128 (2012): 112–21.

Fata, Nahriyah. “Tinjauan Sosiologis tentang Pentingnya Agama dalam Perubahan Sosial.” Al-Maqasid 2, no. 1 (2016): 239–54.

Gusmian, Islah. “Mengurai Benang Kusut Hubungan Sains dan Agama.” Jurnal Tribakti 20, no. 1 (2009): 1–20.

Ilmi, Zainal. “Islam Sebagai Landasan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.” Jurnal Komunikasi dan Sosial Keagamaan XV, no. 1 (2012): 95–106.

Imran, Ali. “Peranan Agama dalam Perubahan Sosial Masyarakat.” Hikmah 2, no. 1 (2015): 23–39.

Lesilolo, Herly Janet. “Kepemimpinan Transformasional dalam Rekonstruksi Peran Agama di Indonesia.” Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi 1, no. 1 (2013): 83–93; https://doi.org/10.21831/jppfa.v1i1.1053.

Majid, Zamakhsyari Abdul. “Refleksi Teknologi dalam Dimensi Agama.” Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam 4, no. 2 (2020): 79–88. https://doi.org/10.38153/alm.v4i2.37.

Mohd, Megat, et al. “Hubungan Sains dan Agama.” In Prosiding Seminar Tamadun Islam 19 (University Teknologi Malaysia, 2018): 76–89.

Mulyadi. “Agama dan Pengaruhnya dalam Kehidupan.” Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: E-Saintika 2, no. 1 (2016): 1; https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/alawlad/article/view/424.

Radiansyah, Dian. “Pengaruh Perkembangan Teknologi terhadap Remaja Islam.” JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam 3, no. 2 (2018): 76–103.

Rahman, Ratnah. “Peran Agama dalam Masyarakat Marginal.” Sosioreligius 4, no. 1 (2019): 80–89; http://103.55.216.56/index.php/Sosioreligius/article/view/10661.

Saifuddin. “Kajian Agama dan Filsafat tentang Kebenaran.” Islam Futura VII, no. 2 (2008): 73–83.

Sari, Diana Ana. “Makna Agama dalam Kehidupan Modern.” Cakrawala: Jurnal Studi Islam 14, no. 1 (2019): 16–23; https://doi.org/10.31603/cakrawala.v14i1.2483.

Suryanti, Ch. “Refleksi dan Tantangannya dalam Mengembangkan Moralitas Kaum Muda.” Orientasi Baru 19, no. 2 (2010): 155–70.

Full PDF PackageDownload Full PDF Package

This Paper

A short summary of this paper

32 Full PDFs related to this paper

Download

PDF Pack

Inovasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Jcomp

Seiring dengan perkmbangan zaman, ada banyak permasalah di kalangan masyarakat Muslim yang tidak ada di Era Nabi Muhammad SAW. Permasalahan ini memerlukan solusi yang tepat dan cepat.  

Modernisasi dalam Islam adalah gerakan Islam terpadu dan ilmu-ilmu modern (barat). Akibatnya, Islam harus menyesuaikan diri dengan doktrin-doktrin dan prinsip-prinsip keinginan Barat. Dampak dari gerakan ini akan merusak prinsip-prinsip Islam dan mendorong orang-orang Muslim untuk mengakui nilai-nilai modernitas Barat.

Dalam islam, sains dan teknologi sangatlah penting untuk membangun dan mengembangkan peradaban yang kokoh dan tangguh. Seperti halnya para khalifah dahulu, dalam mendorong kaum muslim untuk mencipatakan teknologi dan membuat karya ilmiah untuk mengembangkan dan memanfaatkan Sumber daya alam yang telah tersedia. 

Seperti yangtelah diketahui para ilmuwan islam seperti al-Khawarizmi ahli matematika, Ibnu Firnas konseptor pesawat terbang, Jabir bin Haiyan bapak kimia, dan masih banyak lagi. Beliau semua mengerahkan segenap daya dan upaya bemi berkarya untuk umat. Jadi, agama Islam tidak pernah melarang sains dan teknologi, malah justru agama Islam selalu terdepan dalam sains dan teknologi sejak 13 abad yang lalu.

Agama dan Ilmu pengetahuan-teknologi merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Ilmu adalah sumber teknologi yang mampu memberikan kemungkinan untuk kemuncul berbagai penemuan baru dan ide-ide baru. sedangkan teknologi adalah aplikasi dari ilmu yang dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yang lebih kompleks dan dapat mendorong manusia untuk berkembang lebih maju lagi. Tetapi, terlepas dari semua hal tersebut, perkembangan teknologi juga tidak boleh melepaskan diri dari nilai-nilai agama Islam.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi memang berdampak positif, yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. Berbagai sarana modern industri, komunikasi, dan transportasi, misalnya, terbukti bermanfaat. Tapi di sisi lain, tak jarang teknologi berdampak negatif karena merugikan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Di sinilah, peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk dilihat kembali.

Untuk menghindari dampak dari perkembangan teknologi, sebagai umat Islam yang bijak dan taat pada aturan ajaran agamanya, semestinya berawal dari diri sendiri dalam menyikapi terjangan perkembangan teknologi. Pergunakan manfaat yang postifnya apabila dampak dari perkembangan teknologi itu bisa bermanfaat dalam kehidupan umat Islam. 

Dan menjauhi atau buang dampak negatifnya apabila dampak dari perkembangan teknologi komunikasi itu cenderung bersifat mengarah kedalam kebathilan. Dikarenakan agama Islam tidak menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,  juga tidak anti terhadap barang-barang produk teknologi baik di masa lalu atau di masa sekarang,  maupun di waktu-waktu yg kan datang.


Page 2

Seiring dengan perkmbangan zaman, ada banyak permasalah di kalangan masyarakat Muslim yang tidak ada di Era Nabi Muhammad SAW. Permasalahan ini memerlukan solusi yang tepat dan cepat.  

Modernisasi dalam Islam adalah gerakan Islam terpadu dan ilmu-ilmu modern (barat). Akibatnya, Islam harus menyesuaikan diri dengan doktrin-doktrin dan prinsip-prinsip keinginan Barat. Dampak dari gerakan ini akan merusak prinsip-prinsip Islam dan mendorong orang-orang Muslim untuk mengakui nilai-nilai modernitas Barat.

Dalam islam, sains dan teknologi sangatlah penting untuk membangun dan mengembangkan peradaban yang kokoh dan tangguh. Seperti halnya para khalifah dahulu, dalam mendorong kaum muslim untuk mencipatakan teknologi dan membuat karya ilmiah untuk mengembangkan dan memanfaatkan Sumber daya alam yang telah tersedia. 

Seperti yangtelah diketahui para ilmuwan islam seperti al-Khawarizmi ahli matematika, Ibnu Firnas konseptor pesawat terbang, Jabir bin Haiyan bapak kimia, dan masih banyak lagi. Beliau semua mengerahkan segenap daya dan upaya bemi berkarya untuk umat. Jadi, agama Islam tidak pernah melarang sains dan teknologi, malah justru agama Islam selalu terdepan dalam sains dan teknologi sejak 13 abad yang lalu.

Agama dan Ilmu pengetahuan-teknologi merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Ilmu adalah sumber teknologi yang mampu memberikan kemungkinan untuk kemuncul berbagai penemuan baru dan ide-ide baru. sedangkan teknologi adalah aplikasi dari ilmu yang dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yang lebih kompleks dan dapat mendorong manusia untuk berkembang lebih maju lagi. Tetapi, terlepas dari semua hal tersebut, perkembangan teknologi juga tidak boleh melepaskan diri dari nilai-nilai agama Islam.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi memang berdampak positif, yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. Berbagai sarana modern industri, komunikasi, dan transportasi, misalnya, terbukti bermanfaat. Tapi di sisi lain, tak jarang teknologi berdampak negatif karena merugikan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Di sinilah, peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk dilihat kembali.

Untuk menghindari dampak dari perkembangan teknologi, sebagai umat Islam yang bijak dan taat pada aturan ajaran agamanya, semestinya berawal dari diri sendiri dalam menyikapi terjangan perkembangan teknologi. Pergunakan manfaat yang postifnya apabila dampak dari perkembangan teknologi itu bisa bermanfaat dalam kehidupan umat Islam. 

Dan menjauhi atau buang dampak negatifnya apabila dampak dari perkembangan teknologi komunikasi itu cenderung bersifat mengarah kedalam kebathilan. Dikarenakan agama Islam tidak menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,  juga tidak anti terhadap barang-barang produk teknologi baik di masa lalu atau di masa sekarang,  maupun di waktu-waktu yg kan datang.


Lihat Inovasi Selengkapnya


Page 3

Seiring dengan perkmbangan zaman, ada banyak permasalah di kalangan masyarakat Muslim yang tidak ada di Era Nabi Muhammad SAW. Permasalahan ini memerlukan solusi yang tepat dan cepat.  

Modernisasi dalam Islam adalah gerakan Islam terpadu dan ilmu-ilmu modern (barat). Akibatnya, Islam harus menyesuaikan diri dengan doktrin-doktrin dan prinsip-prinsip keinginan Barat. Dampak dari gerakan ini akan merusak prinsip-prinsip Islam dan mendorong orang-orang Muslim untuk mengakui nilai-nilai modernitas Barat.

Dalam islam, sains dan teknologi sangatlah penting untuk membangun dan mengembangkan peradaban yang kokoh dan tangguh. Seperti halnya para khalifah dahulu, dalam mendorong kaum muslim untuk mencipatakan teknologi dan membuat karya ilmiah untuk mengembangkan dan memanfaatkan Sumber daya alam yang telah tersedia. 

Seperti yangtelah diketahui para ilmuwan islam seperti al-Khawarizmi ahli matematika, Ibnu Firnas konseptor pesawat terbang, Jabir bin Haiyan bapak kimia, dan masih banyak lagi. Beliau semua mengerahkan segenap daya dan upaya bemi berkarya untuk umat. Jadi, agama Islam tidak pernah melarang sains dan teknologi, malah justru agama Islam selalu terdepan dalam sains dan teknologi sejak 13 abad yang lalu.

Agama dan Ilmu pengetahuan-teknologi merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Ilmu adalah sumber teknologi yang mampu memberikan kemungkinan untuk kemuncul berbagai penemuan baru dan ide-ide baru. sedangkan teknologi adalah aplikasi dari ilmu yang dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yang lebih kompleks dan dapat mendorong manusia untuk berkembang lebih maju lagi. Tetapi, terlepas dari semua hal tersebut, perkembangan teknologi juga tidak boleh melepaskan diri dari nilai-nilai agama Islam.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi memang berdampak positif, yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. Berbagai sarana modern industri, komunikasi, dan transportasi, misalnya, terbukti bermanfaat. Tapi di sisi lain, tak jarang teknologi berdampak negatif karena merugikan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Di sinilah, peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk dilihat kembali.

Untuk menghindari dampak dari perkembangan teknologi, sebagai umat Islam yang bijak dan taat pada aturan ajaran agamanya, semestinya berawal dari diri sendiri dalam menyikapi terjangan perkembangan teknologi. Pergunakan manfaat yang postifnya apabila dampak dari perkembangan teknologi itu bisa bermanfaat dalam kehidupan umat Islam. 

Dan menjauhi atau buang dampak negatifnya apabila dampak dari perkembangan teknologi komunikasi itu cenderung bersifat mengarah kedalam kebathilan. Dikarenakan agama Islam tidak menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,  juga tidak anti terhadap barang-barang produk teknologi baik di masa lalu atau di masa sekarang,  maupun di waktu-waktu yg kan datang.


Lihat Inovasi Selengkapnya


Page 4

Seiring dengan perkmbangan zaman, ada banyak permasalah di kalangan masyarakat Muslim yang tidak ada di Era Nabi Muhammad SAW. Permasalahan ini memerlukan solusi yang tepat dan cepat.  

Modernisasi dalam Islam adalah gerakan Islam terpadu dan ilmu-ilmu modern (barat). Akibatnya, Islam harus menyesuaikan diri dengan doktrin-doktrin dan prinsip-prinsip keinginan Barat. Dampak dari gerakan ini akan merusak prinsip-prinsip Islam dan mendorong orang-orang Muslim untuk mengakui nilai-nilai modernitas Barat.

Dalam islam, sains dan teknologi sangatlah penting untuk membangun dan mengembangkan peradaban yang kokoh dan tangguh. Seperti halnya para khalifah dahulu, dalam mendorong kaum muslim untuk mencipatakan teknologi dan membuat karya ilmiah untuk mengembangkan dan memanfaatkan Sumber daya alam yang telah tersedia. 

Seperti yangtelah diketahui para ilmuwan islam seperti al-Khawarizmi ahli matematika, Ibnu Firnas konseptor pesawat terbang, Jabir bin Haiyan bapak kimia, dan masih banyak lagi. Beliau semua mengerahkan segenap daya dan upaya bemi berkarya untuk umat. Jadi, agama Islam tidak pernah melarang sains dan teknologi, malah justru agama Islam selalu terdepan dalam sains dan teknologi sejak 13 abad yang lalu.

Agama dan Ilmu pengetahuan-teknologi merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Ilmu adalah sumber teknologi yang mampu memberikan kemungkinan untuk kemuncul berbagai penemuan baru dan ide-ide baru. sedangkan teknologi adalah aplikasi dari ilmu yang dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yang lebih kompleks dan dapat mendorong manusia untuk berkembang lebih maju lagi. Tetapi, terlepas dari semua hal tersebut, perkembangan teknologi juga tidak boleh melepaskan diri dari nilai-nilai agama Islam.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi memang berdampak positif, yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. Berbagai sarana modern industri, komunikasi, dan transportasi, misalnya, terbukti bermanfaat. Tapi di sisi lain, tak jarang teknologi berdampak negatif karena merugikan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Di sinilah, peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk dilihat kembali.

Untuk menghindari dampak dari perkembangan teknologi, sebagai umat Islam yang bijak dan taat pada aturan ajaran agamanya, semestinya berawal dari diri sendiri dalam menyikapi terjangan perkembangan teknologi. Pergunakan manfaat yang postifnya apabila dampak dari perkembangan teknologi itu bisa bermanfaat dalam kehidupan umat Islam. 

Dan menjauhi atau buang dampak negatifnya apabila dampak dari perkembangan teknologi komunikasi itu cenderung bersifat mengarah kedalam kebathilan. Dikarenakan agama Islam tidak menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,  juga tidak anti terhadap barang-barang produk teknologi baik di masa lalu atau di masa sekarang,  maupun di waktu-waktu yg kan datang.


Lihat Inovasi Selengkapnya