Jelaskan manfaat lain dari data satelit terkait aspek kehidupan lain

Satelit-3S yang telah mengorbit di atas langit Indonesia sejak 15 Februari 2017. | Sumber: Twitter Telkomsat @telkomsat

Layanan komunikasi yang cepat, dan penetrasi berbagai produk digital yang makin banyak, membuat kehidupan manusia saat ini sangat tergantung dengan kehadiran sarana dan prasarana telekomunikasi berkualitas bagus dan luas jangkauannya.

Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai komunikasi manusia di era digital akan terhambat. Hal ini tentu berdampak negatif pada berbagai aktivitas sehari-hari mulai dari belajar, bekerja, atau kegiatan usaha dan pemerintahan.

Salah satu sarana komunikasi yang berperan penting bagi kelancaran komunikasi manusia di bumi adalah satelit. Secara umum, ada dua jenis satelit di dunia: satelit alami dan buatan. Satelit alami adalah benda yang mengorbit di sekeliling planet atau bintang, dan muncul dengan sendirinya. Contohnya yakni bulan bagi bumi, serta planet di tata surya yang mengorbit di sekeliling matahari.

Berbeda dengan satelit alami, satelit buatan adalah benda yang dibuat manusia dan ditempatkan di suatu orbit menggunakan peluncur untuk fungsi tertentu. Satelit buatan bisa memiliki beragam fungsi, baik untuk memperlancar komunikasi, memonitor cuaca, pemetaan, dan berbagai macam peruntukan lain.

Di bidang komunikasi, satelit berfungsi sebagai sarana untuk memperlancar transmisi data antara satu tempat ke tempat lain. Melalui keberadaan satelit, komunikasi dan informasi yang didapat masyarakat di suatu daerah bisa berlangsung lebih cepat dan luas cakupannya.

Satelit kerap digunakan sebagai alat utama pembuka jaringan komunikasi di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh jaringan fiber optic atau sistem terrestrial. Karena itu, peran satelit sangat penting untuk menghadirkan kesamaan akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat di manapun mereka berada.

Hingga pertengahan 2021 ini, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar tercatat pernah meluncurkan 25 satelit berbeda ke luar angkasa. Puluhan satelit itu mengorbit dengan tujuan berbeda-beda, namun secara umum hadir untuk membantu kegiatan sehari-hari masyarakat.

Dari puluhan satelit tersebut, saat ini ada dua satelit yang mengorbit dan dikendalikan penuh oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Keduanya yakni satelit Telkom-3S dan satelit Merah Putih. Satelit Telkom-3S dan Merah Putih telah mengorbit sejak 2017 dan 2018 lalu. Keduanya diluncurkan sebagai upaya Telkom memperluas dan memperkuat jaringan komunikasi masyarakat di Indonesia.

Telkom tentu tidak berdiri sendiri sebagai perusahaan operator satelit dari Indonesia. Akan tetapi, melalui kedua satelit yang dimiliki Telkom, masyarakat Indonesia terbukti semakin banyak yang dapat mengakses informasi dan berkomunikasi menggunakan berbagai perangkat terkini.

Layanan satelit dari Telkomsat, anak usaha Telkom Indonesia, menjadi solusi untuk menyediakan konektivitas internet hingga ke daerah 3T | Sumber: Telkomsat

Kemudahan tersebut diperoleh masyarakat karena kedua satelit yang Telkom operasikan kini memiliki total 109 transponder, atau perangkat otomatis yang bisa menerima, memperkuat serta mengirimkan sinyal dalam frekuensi tertentu.

Pengelolaan kedua satelit yang dimiliki Telkom dilakukan oleh anak usahanya sendiri, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat). Perusahaan ini dikenal sebagai entitas yang fokus bergerak di bidang satelit dan memberikan layanan digital dari hulu sampai hilir.

Melalui Telkom-3S dan Merah Putih, masyarakat di berbagai daerah—termasuk kawasan 3T—kini bisa mengakses layanan seluler, tayangan TV, serta sambungan telepon dan internet tanpa hambatan. Ke depannya, Telkom berencana meluncurkan High Throughput Satellite (HTS). Teknologi satelit ini akan menambah kualitas dan kecepatan koneksi para pelanggan broadband satelit.

Nakita.id/ Ruby

Kunci Jawaban Lembar Aktivitas 6 Halaman 255 IPS Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka.

Nakita.id – Berikut ini Kunci Jawaban Lembar Aktivitas 6 Halaman 255 IPS Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka

Utamakan mengerjakan tugas secara mandiri.

Siswa dapat menggunakan kunci jawaban ini sebagai acuan belajar.

Kunci Jawaban Lembar Aktivitas 6 Halaman 255 IPS Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka

Jelaskan manfaat data satelit terhadap penguranngan dampak bencana!

Jawaban:

Manfaat data satelit terhadap pengurangan dampak bencana guna menentukan tingkat risiko bencana dan jalur evakuasi bencana.

Data satelit tersebut diperoleh melalui penginderaan jauh.

Satelit yang biasa digunakan antara lain satelit ikonos, satelit landsat, dan lain sebagainya.

Data satelit biasanya berbentuk citra foto.

Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi suatu objek dengan menggunakan alat atau tanpa kontak langsung dengan objek yang dikaji.

Penginderaan jauh disebut juga inderaja.

Komponen penginderaan jauh terdiri dari sumber energy, atmosfer, objek, sensor, wahana, citra, dan user (pengguna).

Baca Juga: Kunci Jawaban Citraan Kutipan Puisi Halaman 166 Bab 6, Bahasa Indonesia SMA Kelas X Kurikulum Merdeka

Hal apa saja yang bisa dilakukan oleh pemerintah dan warga DKI Jakarta apabila mengetahui hasil data satelit tentang wilayah yang tergenang?

Jawaban:

1. Memperbaiki saluran air di lingkungan sekitar agar air mengalir lancar.

2. Membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuangnya pada sungai atau saluran air.

3. Pemerintah DKI Jakarta melakukan tinjauan langsung ke lokasi dan mencari solusi untuk mengatasi daerah yang tergenang tersebut.

4. Pemerintah DKI Jakarta melakukan pembuatan lahan hijau yang dapat menampung atau mengantisipasi debit curah hujan yang tinggi.

5. Pemerintah DKI Jakarta melakukan pembersihan terhadap pintu air dan juga sungai yang terdapat banyak sampah sehingga memperlancar aliran air.

6. Warga DKI Jakarta bisa memulai menjaga lingkungan sekitar dan menanam pohon agar air hujan tidak cepat menggenangi halaman rumah.

7. Pemerintah DKI menyiapkan bantuan terhadap pemukiman yang tergenang air dalam kondisi parah.

Jelaskan manfaat lain dari data satelit terkait aspek kehidupan lain, misalnya perikanan, wilayah pesisir yang terkena abrasi, serta aspek lainnya bagi kehidupan manusia!

Jawaban:

1. Perikanan, citra satelit dapat menampilkan data mengenai suhu permukaan laut, sehingga dapat dipetakan wilayah yang ikannya melimpah berdasarkan suhu permukaan laut.

Baca Juga: Kunci Jawaban Uji Pemahaman Halaman 112 PKN Kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka

2. Wilayah pesisir yang terkena abrasi, citra satelit dapat menampilkan informasi luas dari wilayah pesisir.

Dengan membandingkan citra satelit dari waktu ke waktu.

Sehingga dapat diidentifikasi wilayah mana saja yang mengalami abrasi.

Serta biasanya ditandai dengan pengurangan luas wilayah pesisir.

3. Pengelolaan sumber daya alam

Citra satelit dapat menampilkan informasi terkait ketersediaan sumber daya alam di suatu wilayah.

Sehingga dapat dipetakan persebarannya.

Ini juga dapat ditentukan upaya pengelolaan yang paling optimal.

Itu dia kunci jawaban lembar aktivitas 6 halaman 255 IPS kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka.

Kunci jawaban ini hanya dijadikan referensi belajar untuk siswa.

Kunci jawaban tidak selalu mutlak benar, maka perlu dibahas dan dipastikan kembali dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Baca Juga: Kunci Jawaban Lengkap Lembar Aktivitas 4 Bab 4 Kurikulum Merdeka IPS Kelas X Halaman 244-245

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Bengkulu (ANTARA News) - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menawarkan pemanfaatan data satelit Lapan A2 untuk sektor perikanan, khususnya membantu nelayan meningkatkan tangkapan ikan. Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin di Bengkulu, Rabu, data-data satelit bisa membantu nelayan menentukan titik penangkapan ikan di laut lepas."Dengan data satelit ini kita bisa membantu nelayan menangkap ikan, bukan lagi mencari ikan seperti yang selama ini dilakukan nelayan," kata Thomas.Ia menambahkan nelayan Indramayu, Jawa Barat, sudah memanfaatkan data satelit untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan. Hasil tangkapan nelayan di wilayah itu meningkat signifikan setelah pemerintah daerah memfasilitasi nelayan setempat menggunakan data satelit LAPAN. "Pemerintah Daerah Bengkulu juga dapat memanfaatkan data satelit untuk nelayan di perairan Samudera Hindia untuk meningkatkan hasil tangkapan," katanya. Thomas menilai perairan Bengkulu yang cukup luas sangat potensial dimanfaatkan untuk mengembangkan perekonomian lokal.Pesisir Bengkulu panjangnya 525 kilometer. Perairannya yang seluas 13.987 kilometer persegi menyimpan potensi perikanan melimpah. Selain bisa digunakan untuk mendukung pengembangan sektor perikanan, data satelit LAPAN juga dapat dimanfaatkan untuk memantau kapal-kapal yang beroperasi ilegal di wilayah perairan Indonesia. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkulu, Rinaldi, mengatakan pemerintah provinsi sudah menandatangani nota kesepahaman dengan LAPAN terkait penggunaan data satelit."Kita menyambut baik tawaran LAPAN dan memang data itu akan membantu nelayan kita menangkap ikan di perairan Samudera Hindia," katanya.Menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, potensi ikan pelagis kecil di perairan Bengkulu mencapai 315.900 ton per tahun, ikan pelagis besar 164.800 ton per tahun, dan ikan demersal sebanyak 68.900 ton per tahun.

Pewarta: Helti Marini SipayungEditor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2016