Apa yang dibahas dalam kutipan teks negosiasi tersebut

Pengertian Teks Negosiasi – Setiap manusia tentu pernah melakukan tawar menawar dengan orang lain ketika transaksi jual beli. Misalnya saja seperti penjual di pasar dan pembeli, pengusaha dan pihak bank, ataupun contoh yang lainnya. Kegiatan tawar menawar ini seringkali disebut dengan negosiasi.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai informasi terkait pengertian teks negosiasi beserta strukturnya secara lebih detail. Adapun ciri-ciri dari teks negosiasi yang paling mencolok adalah bisa mencari penyelesaian dan menghasilkan keputusan yang sama-sama menguntungkan. Dimana tujuan dari adanya negosiasi adalah untuk memperoleh kata “sepakat”.

A. Pengertian Teks Negosiasi

Teks negosiasi merupakan suatu bentuk interaksi sosial yang biasanya berfungsi sebagai media untuk mencapai suatu penyelesaian bersama antara pihak yang memiliki perbedaan kepentingan. Pihak tersebut akan berusaha menyelesaikan perbedaan yang muncul dengan cara berinteraksi dan mencari solusi dengan tidak merugikan salah satu pihak.

Negosiasi dilakukan karena pihak yang memiliki kepentingan perlu memuat sebuah kesepakatan mengenai masalah yang sedang menuntut penyelesaian bersama. Tujuan dari hal itu antara lain untuk mengurangi perbedaan kepentingan dari setiap pihak yang terlibat.

Dengan mencari cara untuk menemukan tujuan yang sama dan menciptakan sebuah kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak. Sebelum melakukan proses negosiasi, seharusnya kita menetapkan dulu wakil dari setiap pihak yang terlibat, begitu pula bentuk ataupun struktur interaksinya, apakah mediasi atau dialog.

Untuk mengetahui apa itu pengertian teks negosiasi secara lebih lengkap, berikut ini adalah beberapa pendapat tentang pengertian teks negosiasi dari para ahli.

1. KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia

Menurut KBBI, pengertian teks negosiasi pada dasarnya diambil dari kata negosiasi. Apabila dilihat dari artinya, negosiasi merupakan proses tawar menawar yang dilakukan oleh dua belah pihak dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dan juga pihak lainnya.

2. Agnesia

Menurut Agnesia (2014:14), pengertian teks negosiasi adalah suatu teks yang berbentuk interaksi sosial dan berguna untuk mencari kesepakatan antara pihak yang punya kepentingan berbeda. Dari pengertian Agnesia tersebut, bisa kita lihat bahwa konteks yang dibawa adalah teks. Pastinya negosiasi yang terjadi di sini mayoritas berbentuk teks maupun kata-kata dan dialog.

3. Depdiknas

Berbeda dengan pendapat Depdiknas (2008: 1422) yang mengartikan teks negosiasi sebagai teks yang berbentuk kata dari pengarang ataupun kutipan dari suatu kitab suci untuk pangkal ajaran dan alasan serta bahan tertulis yang digunakan untuk memberikan pelajaran.

4. Ross

Pengertian teks negosiasi menurut Ross (2008:6) adalah negosiasi diartikan sebagai sebuah cara dalam menyampaikan informasi terkait apa yang kita inginkan, apa yang kita harapkan, dan apa yang kita dambakan dari orang lain.

5. Lumumba

Sementara pendapat Lumumba (2013: 10) justru mengatakan yang berbeda, dimana teks negosiasi adalah suatu proses yang bersifat kompleks dan harus ada kegiatan atau aktivitas di dalamnya. Dimana di dalam prosesnya harus ada dua pihak baik itu individual ataupun kolektif. Selain itu, Lumumba juga mengungkapkan bahwa proses negosiasi dilakukan karena adanya perbedaan yang bersifat persaingan, perang dagang, ataupun konflik yang tidak selaras. Maka dari itu, untuk menyelesaikannya diperlukan negosiasi untuk menyamakan kesepakatan dan menyelaraskan perbedaan.

Adapun yang menarik dari pendapat Lumumba, dimana negosiasi merupakan gabungan dari dua ilmu, yaitu seni dan juga ilmu pengetahuan. Negosiasi berdasarkan seni yaitu karena harus mempunyai keterampilan kapan kita harus menggunakan strategi untuk membuka suatu peluang kesuksesan. Sementara negosiasi berdasarkan ilmu pengetahuan yaitu berkenaan dengan ilmu pengetahuan non eksak. Sebab, di dalamnya ada prinsip dan juga strategi. Pastinya strategi yang digunakan di tiap orang akan berbeda-beda, bergantung pengalaman orang itu sendiri.

6. Robbins dan Judge

Sementara Robbins dan Judge mengartikan bahwa negosiasi adalah suatu proses dimana dua pihak ataupun lebih akan melakukan pertukaran barang maupun jasa dan berusaha untuk menemukan kesepakatan nilai tukarnya.

Dari beberapa pengertian yang sudah dibahas di atas, apabila diartikan secara umum, teks negosiasi mempunyai arti sebagai suatu bentuk kesepakatan yang dilakukan antara pihak yang mempunyai kepentingan dan pihak dari orang lain yang mempunyai kepentingan yang sama. Dimana prinsip dari negosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan bersama.

B. Jenis Teks Negosiasi

Teks negosiasi dibagi menjadi dua jenis. Dari masing-masing jenis itu mempunyai ciri-ciri yang lebih spesifik. Apakah kamu penasaran bagaimana penjelasan lengkapnya? Yuk simak pembahasannya di bawah ini.

1. Negosiasi Formal

Mengapa dikatakan sebagai negosiasi formal? Karena jenis negosiasi oni dibuat dan ditujukan untuk kepentingan formal. Contohnya, untuk mengajukan suatu negosiasi penawaran jasa ataupun barang kepada lembaga pemerintahan dan lembaga pendidikan. Bisa jadi konteksnya negosiasi secara langsung di dalam sebuah forum, fit and proper test, dan wawancara.

Ada pula yang teks negosiasi formal yang dibuat dalam versi dokumen dan bersifat otentik. Dari beberapa hal yang disebutkan di atas, hasil akhirnya tetap mengikat. Biasanya negosiasi tersebut dilakukan atas nama lembaga, tidak atas nama perorangan.

2. Negosiasi Informal

Jika dilihat dari namanya, jenis negosiasi ini adalah kebalikan dari negosiasi formal. Negosiasi informal merupakan jenis negosiasi yang lebih sering digunakan di kehidupan sehari-hari masyarakat secara umum. Sehingga dalam prosesnya akan ada pertemuan, interaksi yang dekat, dan juga bisa kegiatan melobi seseorang dalam suasana santai.

Ciri-ciri dari teks negosiasi informal tidak perlu dibuat ataupun dipersiapkan terlebih dahulu. Sehingga bisa kamu lakukan secara langsung saat itu juga. Sementara untuk hasilnya juga tidak mengikat seperti negosiasi formal. Berbeda lagi dengan pendapat Ismijanto (2007: 86) yang membedakan teks negosiasi menjadi dua jenis yaitu negosiasi lisan dan negosiasi tertulis. Berikut ini adalah beberapa penjelasannya.

a. Teks Negosiasi Lisan

Negosiasi lisan adalah jenis negosiasi yang berbentuk percakapan antara satu pihak dengan pihak lain. Salah satu bentuk dari teks negosiasi lisan yaitu negosiasi jual beli. Dimana jenis negosiasi ini biasanya digunakan bagi para penjual dan pembeli. Barangkali, kamu adalah salah satu orang yang pernah melakukan negosiasi saat melakukan belanja online ataupun offline.

b. Teks Negosiasi Tertulis

Sesuai namanya, jenis teks negosiasi tertulis merupakan negosiasi yang biasanya menggunakan gaya bahasa yang perlu diperhatikan. Misalnya saja dengan menggunakan bahasa yang baku dan pastinya menggunakan bahasa tulis. Sementara bentuk dari negosiasi tersebut ada beberapa macam yang barangkali pernah kamu temui. Diantaranya surat permintaan, surat penawaran, dan surat proposal. Dimana sebenarnya jenis teks negosiasi tersebut sangat jarang digunakan di dalam kehidupan sehari-hari.

Jika dilihat dari pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa ternyata ada banyak sekali perspektif tentang jenis teks negosiasi, meski sebenarnya hal tersebut terlihat cukup sepele.

C. Ciri-Ciri Teks Negosiasi

Negosiasi di dalam kehidupan sehari-hari memang seringkali kita gunakan. Akan tetapi, kita tidak selalu menyadari hal itu. Adapun contoh negosiasi yang sering kali kita praktikkan di dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika kita melakukan penawaran saat membeli baju, sepatu, baik itu online maupun secara langsung. Mungkin karena sudah terlalu biasa dilakukan, kita sampai tidak bisa tahu mengenai ciri-ciri teks negosiasi itu sendiri. Berikut ini penulis akan menjelaskan mengenai beberapa ciri dari teks negosiasi:

a. Berupa dialog tapi terkadang juga ada yang berbentuk sebuah proposal penawaran. Hal tersebut bergantung pada konteks keperluannya. b. Ada lawan yang bisa diajak dialog, apabila dialog sendiri berarti itu bukan termasuk negosiasi. c. Berupa kegiatan komunikasi, baik secara tertulis ataupun lisan, langsung ataupun tidak langsung. d. Munculnya proses negosiasi karena adanya perbedaan antara dua belah pihak.

e. Tujuan akhir dari negosiasi adalah mendapatkan kesepakatan.

Jika dilihat dari ciri-cirinya di atas, tentu kita sudah tidak asing lagi dan sering menggunakannya kan?

D. Struktur Teks Negosiasi

Dapat dikatakan bahwa ilmu negosiasi penting untuk diterapkan di dalam pekerjaan ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang menganggap hal tersebut sepele, bahkan apabila kita mendalami lagi tentang teks negosiasi, ada beberapa struktur yang ada di dalamnya. Berikut ini adalah susunannya.

1. Orientasi

Orientasi yang dimaksud disini adalah intro pengenalan ataupun salam pembuka. Apabila menggunakan bahasa interaksi dengan pihak lain, dapat dikatakan hal itu sebagai ajang basa-basi dulu. Jadi, di dalam teks negosiasi ada urutan dan juga etikanya, tidak boleh langsung membuat negosiasi secara langsung.

2. Permintaan

Setelah melakukan basa-basi, tahap selanjutnya adalah tahap permintaan. Tapi perlu kamu pahami bahwa permintaan ini harus menyesuaikan dari selera dan juga kebutuhan kamu. Saat ada permintaan pastinya pihak penyedia barang ataupun jasa akan memberikan harga terlebih dulu. Akan tetapi, sebelum masuk ke dalamnya, akan ada tahap yang ketiga yaitu tahap pemenuhan.

3. Pemenuhan

Pemenuhan tersebut lebih fokus pada penyedia barang dan juga jasa. Apakah pihaknya dapat memenuhi permintaan kamu atau tidak. Untuk kasus permintaan yang terjadi dalam jumlah banyak, pihak penyedia akan melakukan konfirmasi ataupun koordinasi beberapa waktu untuk memastikan stok barang ataupun jasa yang diminta.

4. Penawaran dan Persetujuan

Disini kita sudah masuk ke tahap penawaran dan juga persetujuan. Apabila tahap-tahapan di atas sudah cukup, maka akan terjadi penawaran. Apabila harga yang ditawarkan belum cocok dan sesuai, kamu bisa melakukan negosiasi sebelum akhirnya kamu akan memutuskan sepakat ataupun menolak.

5. Pembelian

Apabila sudah cocok dan sesuai diantara kedua belah pihak, barulah dilakukan transaksi pembelian. Jika berhasil terjadi transaksi pembelian tersebut, itu artinya kamu berhasil melakukan praktik negosiasi.

6. Penutup

Pada bagian penutup, akan terjadi kesepakatan. Dengan begitu, transaksi dan juga penawaran pun selesai. Apabila di awal kamu melakukan basa-basi, maka sebaiknya harus ditutup dengan kalimat yang sesuai agar bisa memberikan kesan yang baik kepada pihak penyedia atau pembeli.

Demikian beberapa penjelasan mengenai pengertian teks prosedur dan berbagai jenis serta struktur yang ada di dalamnya. Jika dilihat dari pembahasan di atas, bisa kita katakan bahwa melakukan proses negosiasi itu seperti mendekati calon pasangan. Dimana kita harus menggunakan intro, pendekatan, dan juga memberikan sinyal-sinyal negosiasi. Apabila sudah ada kesepakatan, maka baru bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Bagaimana, apakah kalian setuju?

E. Contoh Teks Negosiasi

1. Contoh Teks Negosiasi Transaksi Jual Beli

(Pembeli) : Selamat siang pak, permisi.
(Penjual) : Mari Mas, ada yang bisa kita bantu?

(Pembeli) : Di sini menyediakan sukulen dalam stok banyak bapak?
(Penjual) : Ada, mas. Mau butuh berapakah?

(Pembeli) : Ada 300 pcs pak?
(Penjual) : Ada mas. Untuk jenis sukulennya, satu jenis saja atau acak jenis sukulennya?

(Pembeli) : Kalo satu jenis echeveria semua apakah tersedia?
(Penjual) : Kalo untuk echeveria semua sejumlah 300 pcs tidak ada mas. Stok echeveria hanya sekitar 200 pcs saja. tapi kalo acak Insya Allah siap. Bahkan lebih dari 300 pcs kita siap.

(Pembeli) : Kalo begitu acak saja pak. Apakah ada kategori ukurannya pak?
(Penjual) : Ada mas, ada yang mini, dan ada yang besar. Kalo yang besar harganya memang lebih mahal.

(Pembeli) : Harga per pcs yang besar berapa pak? Kemudian yang kecil juga berapa?
(Penjual) : yang besar 15.000 mas. Kalo yang kecil 7000. Buat pembelian partai besar, akan kita beri diskon 10% mas.

(Pembeli) : Wah pak, tidak bisa di diskon lagi? Besok saya ada event lagi, dan akan pesan lagi dalam jumlah lebih banyak. Kalo pas di kantong, saya akan ke sini lagi pak.
(Penjual) : Baik kalo gitu mas. Saya beri diskon 30%

(Pembeli) : Wah bener pak? Baik pak, kalau begitu saya deal. Saya butuhnya 3 hari yang akan datang. Bisa dibungkus rapi pak?
(Penjual) : Baik mas, bisa.

(Pembeli) : baik pak, untuk alamat saya WA kan ke nomor bapak. Terimakasih atas kerjasamanya.
(Penjual) : sama-sama mas Ardi. Senang bekerjasama, semoga kerjasama berlanjut.

2. Contoh Negosiasi Di Lingkungan Keluarga

Anak: “Bapak sama Ibu lagi sibuk nggak?” Ibu: “Ibu juga lagi santai aja.” Bapak: “Lagi santai aja juga nih, memangnya kenapa?” Anak: “Gini, Pak besok kan aku les, kalau habis pulang les boleh langsung main?” Bapak: “Memangnya kamu nggak ada PR dari sekolah?” Anak: “ Ada, Pak, tapi sudah dikerjakan.” Bapak: “Mau pergi kemana? Jauh ya?” Anak: “Dekat kok. Cuma main ke rumah teman aja, Pak.” Ibu: “Kamu main sama siapa aja?” Anak: “Putri, Dinda, sama Vina, bu.” Ibu: “Gimana, Pak, Dea boleh main sama temannya nggak?” Anak: “Gimana Pak, Dea boleh main sama temen dea ‘kan?” Bapak: “Iya, kamu boleh main sama teman kamu, tapi ingat pulangnya jangan malam-malam.” Anak: “Oke, Pak. Nanti Dea pulangnya nggak sampai malam.” Bapak: “Ingat ya, boleh main tapi jangan malam-malam.” Ibu: “ Kalau main jangan sampai lupa makan.” Anak: “Oke, Pak. Oke bu.” Bapak: “Dea, kamu nggak tidur?” Anak: “Iya, Pak, ini aku mau ke kamar langsung tidur. Selamat mlam.” Bapak: “Selamat malam.” Ibu: “Selamat tidur.” Contoh Negosiasi Pengumpulan Tugas Guru: “Selamat pagi, anak-anak Para Siswa: “Selamat pagi, Pak.” Guru: “Apakah kalian semua sudah mengerjakan PR?” Steven: “Saya belum mengerjakan PR?” Guru: “Kenapa kamu belum mengerjakan PR?” Steven: “Saya lupa, Pak kalau hari ini ada pengumpulan tugas.” Guru: “Terus kamu mau diberikan hukuman apa?” Steven: “Tidak tahu, Pak.” Guru: “Bagaimana kalau kamu dihukum dijemur di lapangan?” Steven: “Jangan, Pak. Nanti saya kepanasan.” Guru: “Itu kan salah kamu karena tidak mengerjakan PR.” Steven: Iya, Pak, tapi apakah hukumannya bisa diganti saja?” Guru: “Ya Sudah, bagaimana kalau kamu berdiri di depan kelas selama mata pelajaran Bapak? Steven: “Waktunya tidak bisa dikurangi, Pak?” Guru: “Tidak bisa!” Steven: “Benar-benar tidak bisa kurang waktunya, Pak?” Guru: “Tidak bisa!” Steven: “Baik, Pak. Saya akan berdiri di depan kelas selama mata pelajaran Bapak.” Guru: “Lain kali kamu jangan lupa mengumpulkan tugas ya.”

Steven: “Baik, Pak. Kedepannya saya akan mengumpulkan tugas.”

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien